Jenis-Jenis Lensa Kamera

Kalau kamu beli kamera baru pastinya udah sekalian dapat lensa-nya kan, tapi apakah kamu sudah tahu lensa yang ada di kameramu itu jenisnya apa?

Kebanyakan para fotografer yang sudah bertahun-tahun pun masih belum benar-benar mengenal apalagi mencoba satu persatu lensa karena memang saking banyaknya lensa yang ada di pasaran

Tentunya banyak pabrikan kamera yang memproduksi kamera sekaligus lensanya, contoh Canon dengan seri Canon EF-nya, EFS-nya, L series, atau Sony dengan seri FE-ya, G lense, Zeiss, belum Nikon, begitu juga dengan pabrikan yang lain

Banyak juga sekarang kalau kamu tidak asing mendengar ‘third party lense’ atau lensa buatan pihak ketiga seperti Sigma, Tamron, Samyang, Rokinon, yang memang membuat lensa sehingga dapat dipasangkan di berbagai macam pabrikan kamera sesuai dengan spesifikasinya.

Itu kalau bicara berdasarkan merk. Nah sekarang kita berbicara berdasarkan kegunaan-nya, karena dari setiap lensa mempunyai karakteristik serta fungsi yang berbeda-beda sesuai dengan hasil foto yang diinginkan para fotografer

Makanya biar kamu faham lensa apa yang cocok sesuai dengan kamera dan style fotografimu, simak pengetahuan penting tentang lensa dari kami berikut ini ya!

6 Jenis Lensa Kamera Berdasarkan Fungsinya serta Kelebihan dan Kekurangan-nya

1. Lensa Fisheye

Gambar Lensa fisheye
denkapratama.com

Pada dasarnya lensa fisheye masih masuk dalam kategori lensa ultra wide (lensa sangat lebar) tapi dengan hasil foto yang melingkar dan unik. Disebut fisheye/ lensa ikan karena memang kaca-nya berbentuk cembung seperti mata ikan, dan memang menghasilkan pandangan seperti layaknya pengelihatan ikan di rentang sudut 100-180 derajat.

Lensa ini mempunyai angle / sudut pandang yang sangat luas sehingga memberikan kamu panoramic view atau pandangan yang lebar daripada lensa yang lain.

Banyak digunakan untuk foto landscape/pemandangan, cityscape/pemandangan kota, dipake untuk motret milky way atau bintang ketika malam hari juga oke, atau dipake selfie atau groufie juga bisa, coba buktikan deh dan liat hasilnya!

Kelebihan:

  • Sudut pandang sangat lebar, cocok buat yang suka foto panorama
  • Bisa menghasilkan foto yang luas di ruangan yang sempit
  • Lensa paling bagus untuk foto abstrak

Kekurangan:

  • Kalau buat foto potrait atau objek manusia rasanya kurang cocok bagi sebagaian orang
  • Distorsi gambar yang berlebihan

 

2. Lensa Wide (Sudut Lebar)

Gambar lensa wide sudut lebar
mirrorlessmadness.wordpress.com

Lensa ini menghasilkan foto dengan sudut yang lebar tapi dan tidak selebar lensa fisheye, dan hasil foto yang proporsional sehingga pada umumnya memang sangat nyaman digunakan bagi kebanyakan fotografer.

Semakin kecil panjang fokal suatu lensa otomatis semakin luas objek yang bisa masuk dalam foto. Panjang fokal lensa ini biasanya di ukuran 16mm, 20mm, 24mm, 28mm, hingga 35mm.

Kegunaan-nya biasanya bisa bermacam-macam tergantung fotografer yang memotret, bisa dipakai untuk motret pemandangan, arsitektur, interior bahkan mimin sendiri lebih suka foto potrait pakai lensa ini karena menampilkan background yang lebih luas.

Kelebihan:

  • Ringan, bisa dipakai buat travel ataupun naik gunung
  • Menghasilkan gambar yang lebih fokus dan lumayan bokeh/depth of field

Kekurangan:

  • Bokeh yang didapat biasanya tidak terlalu maksimal
  • Rentan meghasilkan distorsi gambar

 

3. Lensa Standar (Fix/Prime Lense)

Gambar lensa standar (fix prime lens)
pexels.com

Lensa standar biasanya mempunya panjang fokal yang tetap, semisal jika kamu punya lensa fix 50mm, maka kamu hanya bisa memotret dengan rentang fokal segitu aja (karena tidak bisa di zoom out ataupun di zoom in)

Maka dari itu agar bisa di zoom kamu harus pakai cara manual dengan menggerakkan kakimu, singkatnya kamu yang harus mendekat atau menjauh pada objek yang kamu foto.

Lensa ini cocok digunakan di seluruh kondisi fotografi, potrait bisa, wedding, mau landscape juga boleh saja, khususnya lensa yang paling oke buat street photography.

Kelebihan:

  • Biasanya menghasilkan gambar lebih tajam daripada jenis lensa lain
  • Ringan
  • Bagus bila digunakan di kondisi minim cahaya
  • Cocok digunakan di berbagai kondisi fotografi baik untuk interior, landscape ataupun potrait

Kekurangan:

  • Panjang fokal yang tetap, tidak bisa dirubah jika mau memainkan zoom
  • Butuh lensa yang lain sesuai dengan panjang fokal yang diinginkan fotografer

 

4. Lensa Zoom

Gambar lensa zoom
pexels.com

Jika kamu ingin menuntut kenyamanan lensa ini cocok buat kamu karena bisa dipakai zoom in atau zoom out, berbeda dengan lensa fix di pembahasan sebelumnya karena harus zoom dengan cara manual.

Contoh salah satu lensa populer Sony 55-210mm, yang maksudnya adalah kamu bisa memanfaatkan panjang fokal 55mm sampai 210mm (dan tiap-tiap fokal diantaranya) dengan cara memutar ring zoom lensa-nya aja jadi gak usah repot-repot jalan kaki buat mendekat atau menjauh dari objek.

Lensa yang cocok buat kamu yang ingin foto potrait dari jarak jauh, candid, wedding, ataupun fotografi binatang, alam liar/wildlife.

Kelebihan:

  • Kemampuan zoom, banyak jara fokal yang bisa kamu dapatkan, tinggal milih sesuai kebutuhan
  • Ada lensa yang menyajikan fitur yang bisa fokus di satu objek meski focal length diubah-ubah
  • Oke buat foto potrait, wedding, binatang ataupun alam liar/wildlife

Kekurangan

  • Berat
  • Tidak setajam lensa fix/prime lens
  • Kebanyakan mempunyai bukaan/apperture tinggi, jadi kurang bisa menghasilkan foto bokeh

 

5. Lensa Makro

Gambar lensa makro
www.amateurphotographer.co.uk

Kebalikan dengan lensa zoom yang digunakan untuk jarak jauh, lensa jenis ini diciptakan khusus untuk menghasilkan foto close up/jarak dekat yang ekstrem!

Bayangkan bisa menghasilkan foto yang ukuran objeknya sesuai dengan ukuran aslinya 1:1 dari gambar yang dihasilkan, contoh foto tetesan air, atau kepala serangga yang bisa membuat objeknya fokus dan detail yang belum tentu jenis lensa lain bisa menghasilkan gambar sehebat lensa makro ini.

Kelebihan:

  • Menghasilkan fokus dan detail pada objek yang diinginkan sehingga bisa presisi
  • Pembesaran objek yang maksimal (bisa 5x dari ukuran sebenarnya)
  • Kualitas gambar yang bagus

Kekurangan:

  • Penggunaan yang terbatas, kurang maksimal jika digunakan untuk potrati, atau fotografi pada umumnya
  • Biasanya harganya mahal
  • Terkadang fokusnya lambat, dan kecepatan rana juga lambat / slower shutter speed

 

6. Lensa Tele (Telephoto Lens)

Gambar Lensa Tele (Telephoto Lens)
mohitbansalchandigarh.in

Sedikit berbeda dengan lensa zoom, lensa ini digunakan spesial untuk foto objek dengan jarak yang sangat jauh, beberapa lensa tele ada yang fix, atau mempunyai satu focal length, tapi kebanyakan juga tidak seperti itu jadi bukan berarti termasuk lensa fix/prime ya.

Memang jenis yang satu ini terbaik buat foto objek serta gambar yang dihasilkan juga sangat bagus, kebanyakan dipakai oleh para fotografer professional seperti olahraga, memotret hewan liar tanpa hewan itu menyadari kalau dia sedang difoto, karena memang jaraknya sangat jauh.

Contoh lensanya seperti Nikon AF-S 200-500mm F/5.6E ED VR, Canon EF 100-400mm f/4.5-5.6L IS, dan lain-lain.

Kelebihan:

  • Terbaik untuk foto olahraga, wildlife / alam liar, juga foto astronomi atau perbintangan
  • Memotret hanya dengan satu posisi (tidak perlu berpindah tempat untuk menyesuaikan fokal)
  • Bokeh yang dihasilkan juga bagus

Kekurangan:

  • Tergolong berat, sehingga memerlukan tambahan tripod
  • Harganya sangat mahal

Gimana sudah faham belum jenis-jenisnya lensa kamera terdiri dari apa saja? Ada beberapa merk yang memang membuat lensa sesuai jenis kamera-nya, semisal lensa khusus DSLR, ada juga yang bisa digunakan di DSLR maupun di mirrorless tergantung jenis mount kamera-nya.

Lambat laun semakin banyak lensa yang diproduksi oleh pabrikan seiring dengan kamera yang dikeluarkan. Beragam pula harga dari tiap-tiap lensa ada yang mahal ada juga yang tergolong murah, seperti merk 7artisans, Meike, dll, tapi gambar yang dihasilkan masih oke.

Setiap orang mempunyai identitas atau jalan fotografi yang berbeda-beda, perjalanan mencoba lensa satu persatu yang berbeda pula, hingga punya lensa yang cocok, karena pemilihan lensa itu sifatnya personal, tidak bisa di sama-rata-kan.

Intinya, sebelum membeli lensa tetap ingat sesuaikan dengan budget kamu, dan juga kebutuhan kamu. Tetap ber-eskperimen, enjoy proses-nya!

Seorang filosofis fotografer, suka motret apa yang dirasa suka

Tinggalkan komentar